S E R B U I F F

SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG / serbuiff


    Jihad dan Hukum Perang dalam Islam

    Share

    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 129
    Join date : 01.03.09

    Jihad dan Hukum Perang dalam Islam

    Post  Admin on Fri Mar 13, 2009 8:34 pm

    Jihad dan Hukum Perang dalam Islam

    2007 Maret 23
    by islamiyah

    Jihad berarti perjuangan atas nama Allah SWT. Jihad tidak selalu berarti perang fisik. Dakwah damai dalam menyerukan yang ma’ruf dan kebenaran Allah, atau memperjuangkan yang hak dan mengutuk kezhaliman (seperti memerangi penindas dan membantu pihak yang tertindas, walaupun mereka kaum NonMuslim) juga termasuk bagian dari Jihad.

    Saya pun sekarang ini sedang berjihad dengan mempelihara dan mengurusi website saya, karena ini merupakan sarana untuk berdakwah. Dan karena ini sebagai sebuah sarana, oleh karenany website ini pun bisa digunakan untuk menegakan keadilan dan mengutuk kezhaliman.

    Islam bukanlah agama pedang dan jahat. Disaat Allah Ta’ala menurunkan al-Quran kepada Nabi Muhammad saw, beliau menjadi Rasulullah, dan harus menyebarkan Islam kepada sekitar 365 suku-suku Musrykin disemenanjung Arab (Baca; Islam amongs Pagans & Its Monotheistic Scripture). Suku-suku tersebut menunjukkan sikap permusuhan terhadap kaum Muslim, dan telah melakukan sejumlah peperangan terhadap kaum Muslim.

    Kemudian, disaat Islam menjadi agama dari Negara yang kita kenal sekarang sebagai Saudi Arabia, dan hampir seluruh dari 365 suku Musrykin telah memeluk Islam, Kaum Muslim masih harus menghadapi tantangan lain yang berbeda.

    Ancaman Nuklir Uni Soviet dan Amerika Serikat dimasa sekarang adalah Kekaisaran Romawi dan Persian Sasanid dimasa silam. Jika anda mengetahui geografi dan sejarah cukup baik, maka kamu pasti tahu bahwa saat itu kaum Muslim terjebak diantara dua kekuatan besar itu.

    Sikap permusuhan dan sejumlah peperangan dari kedua kekaisaran tersebut ditunjukkan kepada kaum Muslim. Seperti contoh, disaat nabi saw mengirimkan utusan kepada “Kisrah”, Kaisar Persia, untuk memperkenalkan Islam padanya, namun Kisrah memperintahkan agar utusan tersebut di hukum mati.

    Dimasa itu, juga dimasa sekarang, tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan pengecut. Orang-orang Persialah yang menunjukkan permusuhan terhadap Muslim dan memproklamirkan banyak perang terhadap Islam terlebih dahulu.

    Kekaisaran Byzantin Romawi juga tidak jauh berbeda. Sebuah contoh, diantara sejumlah peperangan yang mereka lancarkan kepada Muslim dikarenakan mereka melihat agama Islam sebagai ancaman bagi agamanya di wilayah Timur Tengah, raja “Herkules”, mengirimkan sekitar 100.000 tentara menuju “Madinah” untuk memusnahkan Islam untuk selamanya.

    Saat itu, kekuatan umat Muslim belum terlalu stabil, dan mereka hanya mengirim sekitar 3.000 tentara untuk mengusir tentara Kristen Romawi dari Madinah. Perang tersebut dinamai “Perang Mu’ta” dan terjadi di wilayah Mu’ta, Yordania.

    Rencana yang ditetapkan adalah menghadang Kristen Romawi jauh diluar kota Madinah, sejauh yang mereka bisa. Tentara yang hanya berjumlah 3.000 personil berhasil bertahan selama beberapa hari menghadapi 100.000 tentara Romawi yang kemudian mundur dan menuju Yordania selatan. Dan tentara Romawi akhirnya menyimpang dari Madinah dan pasukan kecil Muslim berhasil melarikan diri melintasi pegunungan. Namun begitu lebih dari setengah jumlah pasukan kaum Muslim gugur dalam operasi tersebut.

    Maksud dari artikel ini adalah Islam tidak disebarkan dengan pedang. Perang-perang tersebut dibebankan kepada kaum Muslim. Dan kaum Muslim tidak memulainya!

    Berkenaan dengan masalah Jihad dan memerangi musuh, Allah Ta’ala Membuat pemisahan jelas didalam al-Quran sikap yang perlu diambil dalam menghadapi nonMuslim yang tidak memerangi, dan sikap terhadap nonMuslim yang memerangi:

    “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Quran, 2:190)“

    “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (al-Quran, 5:32)“

    “ Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (The Noble Quran, 25:68-69)“

    “ Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-Quran, 8:61)“

    “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.” (The Noble Quran, 5:28)“

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (al-Quran, 60:Cool

    “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (The Noble Quran 2:193)“

    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al- Quran, 2:256)“

    “ Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. (al- Quran, 18:29)“

    “ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (al-Quran, 10:99)“

    “Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (The Noble Quran, 24:54)“

    Alasan Jihad dalam al-Quran:

    Ayat-ayat Jihad didalam al-Quran hanya untuk waktu tertentu dan kondisi dan tempat. Mereka tidak berlaku untuk segala waktu dan bagi setiap orang. Saya sebagai seorang Muslim, tidak begitu saja dapat membunuh anda yang nonMuslim, hanya karena kamu bukan seorang Muslim. Banyak perang dimasa silam yang dihadapi kaum Muslim, oleh karenanya, adalah normal dan wajar jika kita menemukan sejumlah ayat-ayat dalam al-Quran yang menceritakan masalah peperangan. Namun pesan utama dari al-Quran adalah kedamaian, seperti teredaksi dengan jelas di ayat al-Baqarah 2:190, 8:61 dan 5:28 diatas.

    2-Hukum perang dalam Islam:

    Kaum Muslim dilarang keras menyerang kaum yang tidak memerangi:

    “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Quran, 2:190)“

    Perangilah atas nama Allah Ta’ala mereka yang memerangi kita itulah makna “Jihad” sebenarnya! Saya tidak bisa begitu saja membunuhi nonMuslim hanya karena mereka nonMuslim, hal ini sama-sekali dilarang Allah SWT:

    “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (al-Quran, 5:32)“

    “ Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (The Noble Quran, 25:68-69)“

    Jihad hanya boleh dideklarasikan jika kaum Muslim diserang terlebih dahulu. Sebaliknya kami tidak diperkenankan memerangi mereka yang berdamai. Bahkan apabila perang terjadi, jika musuh menawarkan perdamaian, maka kita diwajibkan untuk menerimanya dan mengakhiri pertumpahan darah:

    “ Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-Quran, 8:61)“

    Dan jika perjanjian damai dibuat, maka kita wajib menghormati pernjanjian tersebut dengan praktek, bukan hanya dimulut:

    “Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka. (al-Quran, 4:90)”

    “Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (The Noble Quran, 9:7)“

    ————————

    Baca juga:

    * Nabi Melarang membunuh wanita dan anak-anak, namun bagaimana dengan perang dimalam hari?
    * Aturan Islam berkenaan Tawanan Perang
    * Apakah Islam membolehkan membunuhi nonMuslim yang tidak berdosa?

    http://islamiyah.wordpress.com/2007/03/23/jihad-dan-hukum-perang-dalam-islam/

    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 129
    Join date : 01.03.09

    Nabi Melarang membunuh wanita dan anak-anak

    Post  Admin on Fri Mar 13, 2009 8:37 pm

    Nabi Melarang membunuh wanita dan anak-anak

    2007 April 8 by islamiyah

    Nabi Melarang membunuh wanita dan anak-anak, namun bagaimana dengan perang dimalam hari? Diterjemahkan dari www.answering-christianity.com

    Nabi saw melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak.

    Ada begitu banyak Hadis dimana nabi saw mengutuk terjadinya pembunuhan atas wanita tidak berdosa dan anak-anak selama masa perang dan ini bukti yang tidak terbantahkan.

    Sahih Bukhari

    Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 257.

    Selama terjadi Ghazawat seorang wanita ditemukan tewas terbunuh. Rasulullah mencela pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

    Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 258.

    Diriwayatkan oleh Ibn Umar: Disaat sejumlah perang Rasulullah, seorang wanita ditemukan tewas terbunuh, kemudian Rasulullah melarang pembunuhan wanita dan anak-anak.

    Sahih Muslim

    Kitab 019, Nomor Hadis 4319.

    Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

    Diriwayatkan bersumber dari Abdullah bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam suatu perang Rasulullah (saw). Dia mengutuk pembunuhan atas kaum wanita dan anak-anak.

    Kitab 019, Nomor Hadis 4320.

    Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

    Diriwayatkan oleh Ibn Umar bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam salah satu pertempuranl; oleh karenanya Rasulullah (saw) melarang keras membunuh wanita dan anak-anak.



    Maliks Muwatta

    Kitab 021, Nomor Hadis 009.

    Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

    Yahya menceritakan kepada ku dari Malik dari Nafi dari Ibn Umar bahwa Rasulullah, sallahu alaihi wassallam, melihat mayat seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah gazwah, dan tidak menyutujui pembunuhan itu lantas melarang keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

    Kitab 021, Nomor Hadis 010.

    Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

    Yahya menceritakan pada ku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa Abu Bakr as-Siddiq disaat mengirim pasukan ke ash-Sham. Dia berjalan bersama Yazid ibn Abi Sufyan yang menjadi komandan salah satu battalion. Di beritakan bahwa Yazib berkata kepada Abu Bakr,”Maukah kamu naik atau aku yang turun?” Abu Bakr berkata, “Aku tidak akan naik dan kamu pun tidak usah turun. Aku memilih jalan ku untuk menuju jalan Allah.”

    Lalu Abu Bakr menasehati Yazid, “Kamu akan menemui golongan yang mengaku menyerahkan diri mereka kepada Allah. Biarkan mereka dengan apa yang mereka akui.

    “Aku nasehati engkau dengan sepuluh perkara jangan membunuh kaum wanita dan anak-anak atau orang tua, orang lemah. Jangn menebang pohon yang berbuah. Jangn menghancurkan rumah. Jangan membunuh domba atau unta kecuali untuk makan. Jangan membakar sarang lebah dan membubarkannya. Jangan mencuri rampasan perang, dan jangan menjadi pengecut.”

    Nabi Muhammad (saw) membuat pengecualian terhadap pembunuhan kaum wanita dan anak-anak.

    Sahih Bukhari

    Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 256.

    Diriwayatkan oleh As-Sab bin Jaththama: Nabi bersamaku menuju tempat bernama Al-Abwa atau Waddan, dan ditanya apakah di izinkan untuk menyerang ksatria musrykin pada malam hari yang kemungkinan akan membahayakan kaum wanita dan anak-anak mereka. Nabi menjawab, “Mereka (kaum wanita dan anak-anak) adalah bagian dari mereka (Musrykin).”

    Saheeh Muslim

    Kitab 019, Number Hadis 4321.

    Di riwayatkan bersumber dari Sa’b bin Jaththama bahwa Rasulullah (saw), saat ditanya mengenai wanita dan anak-anak kaum Musrykin yang terbunuh selama razia malam, berkata: Mereka bagian dari mereka.

    Ada sejumlah maksud dari hadis-hadis. Terus terang pada awalnya sayapun terkejut disaat membacanya. Namun, kitapun tidak mengetahui situasi SEBENARNYA atau apa yang nabi Muhammad maksud kan saat itu. Mungkin, mungkin saja MEREKA adalah wanita dan anak-anak tertentu yang bermufakat memerangi muslim dan bersekongkol dengan musuh.

    Mungkin saja, kaum Muslim saat itu tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang musuh sehingga mereka harus menyerangnya, apapun halangannya dengan tujuan untuk menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut. (chose the bad among the worst options)

    Fakta bahwa para sahabat menanyakan hal tersebut kepada nabi menunjukkan bahwa nabi Muhammad sangat ketat melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak. Namun begitu, di kala situasi yang sulit dan tidak ada pilihan lain, segalanya bisa sangat buruk pengecualian selalu menjadi alternatif. Seperti halnya larangan memotong pohon dalam perang, namun disaat mengepung Banu Nadhir nabi Muhammad memberikan pengecualian. Jadi pengeculian-pengecualian memang mau tak-mau harus dilakukan.

    Imam Ibn Hajar Al Asaqalani dalam Fath Al-Baari bahwa maksudnya bukan menargetkan kaum wanita dan anak-anak secara sengaja, namun jika sama sekali tidak ada cara lain untuk membunuh musuh dari pada melukai wanita dan anak-anak, dikarenakan mereka bercampur dengan kaum prianya maka tidak ada pilihan. (Diterjemahkan dari: http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=4747)

    Kemungkinan lain adalah bahwa Hadis tersebut telah di-nasakh dan meskipun kaum wanita dan anak-anak menyertai musuh saat perang berlangsung tetap mereka tidak boleh dibunuh. (Lihat http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=4747 sebagai bukti)

    Imam Nawawi mengomentari dalam tafsir Sahih Muslim, bahwa kaum wanita dan anak-anak hanya boleh dibunuh jikalau mereka tidak bisa dibedakan (sulit dibedakan). Namun karena keadaan gelap dan mereka sulit dibedakan, kaum Muslim tidak punya pilihan. (Diterjemahkan dari: http://hadith.alislam.com/Display/Display.asp?Doc=1&Rec=4215)

    Tafsir Abdu Dawud pun senada dengan Imam Nawawi (Lihat disini: http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=4&Rec=3291)http://islamiyah.wordpress.com/2007/04/08/nabi-melarang-membunuh-wanita-dan-anak-anak-namun-bagaimana-dengan-perang-dimalam-hari/

    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 129
    Join date : 01.03.09

    Bolehkan membunuhi nonMuslim yang tidak berdosa?

    Post  Admin on Fri Mar 13, 2009 8:40 pm

    Bolehkan membunuhi nonMuslim yang tidak berdosa?

    2007 Maret 27 by islamiyah

    Apakah Islam membolehkan membunuhi nonMuslim yang tidak berdosa?

    Diterjemahkan dari situs Sdr Ossama Abdullah

    Ini adalah sebuah kesalah anggapan yang terus diabadikan demi mendeskriditkan Islam. Islam bukanlah dogma sakit jiwa yang memerintahkan untuk membunuhi orang-orang tidak berdosa. Disini saya telah mengumpulkan sejumlah ayat-ayat suci al-Quran yang langsung membicarakan perihal perang dan damai, semata-mata demi memberi penjelasan yang benar kepada para pembacaku.

    Ayat-ayat suci Al Quran yang memerintahkan untuk membunuh musuh:

    Mari kita lihat ayat Quran At Taubah (9):28-29 “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

    Mari kita lihat At Taubah (9):5 “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.”

    Seperti yang telah kita saksikan disejumlah ayat diatas, bahwa ayat-ayat suci al-Quran berkenaan hukum perang terhadap kaum nonMuslim atau musrykin untuk waktu dan zaman tertentu, bukan untuk semua zaman dan semua tempat. Perhatikan kutipan”… sesudah tahun ini…” dan “…Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu…”.

    Penting untuk diketahui disaat nabi Muhammad saw memulai menyebarkan Islam, dia terlebih dahulu harus berhadapan dengan 360 suku-suku musryikin Arab, dan beliau beserta para pengikutnya harus melalui banyak perang dengan kaum musryikin yang merasa terancam oleh system baru dan agama nan suci Islam.

    Ayat-ayat suci Al Quran yang membicarakan tentang perdamaian:

    “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Quran, 2:190)“

    “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (al-Quran, 5:32)“

    “ Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (The Noble Quran, 25:68-69)“

    “ Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-Quran, 8:61)“

    “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.” (The Noble Quran, 5:28)“

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (al-Quran, 60:Cool

    “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (The Noble Quran 2:193)“

    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al- Quran, 2:256)“

    “ Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. (al- Quran, 18:29)“

    “ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (al-Quran, 10:99)“

    “Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.“ (The Noble Quran, 24:54)“

    Mari kita Al Jaatsiyah (45):14 “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Di ayat-ayat Quran berikut ini kita melihat bahwa Allah Ta’alla menyerukan agar kaum Muslimin memaafkan orang-orang non Muslim.

    Mari lihat Al Maidah (5):32 : ”…barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia…” Di ayat ini Allah SWT menghargai semua jiwa yang tidak berdosa. Membunuhi manusia tidak berdosa sangat dibenci Allah SWT sehingga Allah SWT menganggapnya sebagai kejahatan terhadap seluruh umat manusia.

    Mari lihat Al Furqaan (25):68 ” Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina In this Noble Verse we clearly see that Allah Almighty considers the innocent soul “sacred”. He will punish those who kill the innocent souls (by throwing them in hell). Diayat ini kita jelas melihat bahwa Allah SWT menganggap pembunuhan terhadap jiwa yang diharamkan akan dihukum (dengan menghempaskan mereka keneraka tentunya).
    Dan ayat ini menjelaskan maksud saya: Mari lihat Noble Verse 8:61 ” Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Pada ayat suci al-Quran ini, kita jelas melihat bahwa Allah SWT memerintahkan kita, kaum Muslimin, untuk menyambut dengan tangan terbuka atas perdamaian yang diajukan musuh. Ini membuktikan bahwa Islam bukan agama perang, namun agama damai.
    Allah SWT memerintahkan kaum Muslimin dalam al-Quran untuk memberi kebebasan mutlak kepada mereka untuk memilih agama yang diyakininya dan tidak diperkenankan untuk memaksa siapapun kepada Islam: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui( Al Baqarah: 256). Ayat suci al Baqarah ini melarang kaum Muslim untuk memaksa siapapun kepada Islam. Muslimin tidak boleh memaksa orang untuk masuk Islam dan menjadi Islam.


    Tindakan paksaan bertentangan dengan agama: Karena (1) agama tergantung kepada iman dan keinginan, dan ini akan menjadi tidak berarti jika dilakukan dengan paksaan; (2) kebenaran dan kesesatan adalah dua hal yang jelas berbeda dan telah dipaparkan secara gamblang oleh Allah SWT, sehingga tidak seharusnya ada keraguan di kepala siapapun mengenai maksud dari rukun-rukun agama;(3) perlindungan Allah SWT terus menerus, dan RencanaNya selalu untuk membimbing kita dari kegelapan yang dalam kepada cahaya yang terang.

    Di ayat yang saya kutip, kita semua dengan jelas melihat bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kaum Muslim untuk menjadi pemaaf dan membuat perjanjian damai sebagai prioritas utama. Ini merupakan bagian dari moralitas Muslim untuk menjadi pribadi yang damai.

    Dan setiap muslim selalu memulai salam dengan menyebut “As’salamu Alaikum Wa Rahmatu Allah Wa Barakatuh”, yang berarti “Salam, dan ampunan dan berkah semoga berlimpah atasmu.”

    Islam, sesungguhnya, adalah agama yang indah.http://islamiyah.wordpress.com/2007/03/27/apakah-islam-membolehkan-membunuhi-nonmuslim-yang-tidak-berdosa/

    G4ul

    Jumlah posting : 31
    Join date : 14.03.09

    Re: Jihad dan Hukum Perang dalam Islam

    Post  G4ul on Mon Mar 30, 2009 3:45 am

    Bos tulung jawab pernyataan kafir ni yaa..
    Ki Santoso Sejati wrote:
    Kepada netter selain candra mukti harap tidak posting di sini

    Kepada moderator mohon jika ada postingan netter lain mohon dihapus

    Jika dalam waktu 3 x 24 jam netter candra mukti tidak menjawab atau menyatakan tidak bersedia mohon moderator menghapus thread ini



    Syaiton : suka main bunuh,penggal,pancung
    Allah :
    [9.5] bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka
    [8.12] (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

    Syaiton : suka nglaknat dan ngazab
    Allah :
    [9.68] Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal,
    Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (19.71)


    Syaiton : suka ngrampas milik orang lain
    Allah :
    Quran 48:20
    Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu
    ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan
    tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar
    hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu
    kepada jalan yang lurus.

    Syaiton : suka menghina orang lain
    Allah :
    [8.55] Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

    Syaiton : sombong
    Allah :
    Quran 17:88
    Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat
    yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang
    serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian
    yang lain".

    Syaiton : diskriminatif, suka main pukul
    Allah :
    [4.34] Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

    Syaiton : tidak suka dipertanyakan
    Allah :
    Quran 5:101
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada
    Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan
    jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan
    diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha
    Pengampun lagi Maha Penyantun.

    Syaiton : suka berprasangka
    Allah :
    Surah Al-Anfal ayat 58
    “Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah
    perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang sama. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang
    yang berkhianat.

    Syaiton : dikuasai syahwat
    Allah :
    [23.5] dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
    23.6] kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
    Quran 33:50
    Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang
    telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang
    termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah
    untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki
    bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak
    perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara
    perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang
    menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai
    pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami
    telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri
    mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan
    bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    Al Quran 33:4
    Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam
    rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai
    ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu
    (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah
    mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
    Al Quran 33:37
    Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan
    nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah
    terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah ", sedang kamu menyembunyikan di
    dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada
    manusia, sedang Allah -lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala
    Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami
    kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk
    (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu
    telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah
    itu pasti terjadi.

    Syaiton : suka ngaco
    Allah :
    Quran 18:86
    Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat
    matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di
    situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa
    atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka".
    Quran 86:5-7
    Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia
    diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang
    dada.
    "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi." (QS. Ath-Thalaq:12)
    "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai
    pasak?" (QS. An-Naba:7)

    Syaiton : bodoh
    Allah :
    [4.11] Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
    [4.12] Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

    Syaiton : plin-plan
    Allah :
    [2.106] Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

    Syaiton : ngobral sumpah
    Allah :
    - Demi Al Qur'an yang penuh hikmah
    - Demi MALAIKAT-MALAIKAT
    - Demi LANGIT
    - Demi GUGUSAN BINTANG2
    - Demi BINTANG-BINTANG
    - Demi MATAHARI
    - Demi ANGIN
    - Demi AWAN
    - Demi MALAM
    - Demi SIANG
    - Demi SUBUH
    - Demi FAJAR
    - Demi KIAMAT
    - Demi BUMI
    - Demi KOTA MEKKAH
    - Demi MASA
    - Demi KALAM
    - Demi JIWA MANUSIA (91 -ASY SYAMS-7)
    - Demi BUAH TIN
    - Demi BUAH ZAITUN
    - Demi KUDA PERANG

    Syaiton : suka menipu
    Allah :
    [3.54] Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

    menurut logika saya allah SWT adalah syaiton berdasarkan kemiripannya.
    [/b]diatas postingan kafir

    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 129
    Join date : 01.03.09

    Re: Jihad dan Hukum Perang dalam Islam

    Post  Admin on Mon Mar 30, 2009 8:50 pm

    tuk g4ul .... postingan mereka kebanyakan ttg tentang tafsir ayat2 al quran yg mereka tafsirkan seenakperutnya...jawaban ini bisa dilihat di tafsir al quran, lihat : http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=1

    Sponsored content

    Re: Jihad dan Hukum Perang dalam Islam

    Post  Sponsored content Today at 2:55 am


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 2:55 am